Rabu, 24 Oktober 2012

PENELITIAN KUALITATIF

BAB I

PENDAHULUAN

Tujuan Instruksional Khusus :

Setelah mempelajari bab ini anda diharapkan dapat :
1.    Menjelaskan pengertian penelitian
2.    Menyebutkan dan menjelaskan tiga pendekatan dalam penelitian
3.    Menyebutkan dan menjelaskan tiga metode penelitian dalam penelitian kuantitatif
4.    Menjelaskan pengertian variabel penelitian
5.    Menyebutkan dan menjelaskan lima variabel dalam penelitian
6.    Menyebutkan dan menjelaskan serta memberikan contoh tiga bentuk rumusan masalah dalam penelitian
7.    Menyebutkan dan menjelaskan serta memberikan contoh tiga bentuk hipotesis dalam penelitian
8.    Menyebutkan dan menjelaskan serta memberi contoh empat model paradigma penelitian
9.    Menjelaskan pengertian validitas internal dan eksternal instrumen penelitian
10.    Menguji validitas internal dan eksternal instrumen penelitian
11.    Menjelaskan pengertian reabelitas internal dan eksternal instrumen penelitian
12.    Menguji reabelitas internal dan eksternal instrumen penelitian   



A.    Pengertian

Penelitian merupakan pendekatan yang sistiamatis  untuk mendapatkan jawaban dari suatu pertanyaan. Dari pengertian itu, terdapat tiga komponen utama yang perlu difahami : pertanyaan, pendekatan yang sistimatis, dan jawaban. Penelitian dimulai dengan adanya masalah yang dapat dirumuskan dalam suatu pertanyaan. Kemudian untuk mendapatkan jawaban yang tepat maka memerlukan pendekatan yang sistimatis. 
Pertanyaan penelitian harus dirumuskan secara spesifik, agar tidak menimbulkan berbagai penafsiran yang berbeda dari berbagai pihak untuk memberikan jawabannya. Pendekatan yang sistimatis adalah  pendekatan yang menggunakan logika dan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, proses penelitian dirancang sesuai dengan paradigma-paradigma tertentu sesuai dengan masalah penelitian yang telah dirumuskan.
Metode penelitian selain harus dapat memberikan jawaban secara efektif tepat pada sasaran, juga harus efisiensi. Untuk itu maka harus diketahui juga berbagai pendekatan dalam penelitian, sehingga peneliti dapat memutuskan pendekatan mana yang paling efisiensi untuk memberikan jawaban.
B.    Pendekatan dalam Penelitian
Istilah pendekatan sering diartikan dengan metode, strategi, dan diasain. Bila dilihat dari analisa datanya , terdapat tiga pendekatan dalam penelitian yaitu pendekatan kualitatif, pendekatan kuantitatif dan kombinasi dari pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
1.    Pendekatan Kualitatif
Pendekatan kualitatif adalah suatu strategi pemecahan masalah dalam penelitian tanpa menggunakan analisis statistik, tetapi dengan menggunakan cara berfikir logis berdasarkan data kualitatif yang dikumpulkan melalui observasi atau wawancara secara mendalam terhadap objek atauu subjek penelitian. Metode ini digunakan untuk mendapatkan informasi diskriptif, asosiatif, hubunagn simeteris, sebab-akibat, komparatif, tentang masalah yang diteliti dari objek atau subjek penelitian dalam situasi natural atau alami. Sampel penelitian tidak diambil secara random, tetapi dipilih  ( proporsive sampling ) dengan alasan-alasan tertentu. Pola pikir penelitian bersifat induktif, dengan demikian proses penelitian tidak akan menguji hipotesis, tetapi menghasilkan hipotesis. Untuk itu dalam analisa data tidak menggunakan teknik statistik tetapi melalui constant comparative method. Perlu diketahui bahwa penelitian ini tidak menolak data kuantitatif.
Penelitian yang  menggunakan pendekatan kualitatif adalah Grounded Research dimana data dikumpulkan melalui wawancara bebas. Grounded Research merupakan reaksi yang tajam dan sekali gus menyajikan jalan keluar dari stagnasi teori dalam ilmu-ilmu sosial dengan penitik beratan pada sosiologi. Selama ini penelitian dalam ilmu-ilmu sosial cenderung menggunakan pendekatan kuantitatif melalui tes statistik. Hasil akhir dari penelitian merupakan verivikasi dari teori atau hipotesa untuk diterima atau ditolak. Oleh karena itu tidak bertolak dari data atau situasi sosial, tetapi dari hipotesis, konsep dan teori yang sudah mapan yang mungkin sekali tidak relevan untuk situasi sosial yang khas dari masyarakat yang diteliti. Karena siftanya verivikasi atau pengecekan terhadap teori yang sudah tersedia, maka teori-teori baru tidak tumbuh dan berkembang. Sebaliknya terkadang timbul teori baru tetapi tidak pula berdasarkan data yang sebenarnya di lapangan. Jadi terlepas dari data.
Grounded Research menyajikan suatu pendekatan yang baru. Data merupakan sumber teori, teori berdasarkan data dan karena itu dinamakan grounded. Kategori-kategori dan konsep-konsep dikembangkan peneliti di lapangan. Data yang bertambah  dimanfaatkan untuk verivikasi teori yang timbul di lapangan yang harus terus menerus disempurnakan selama penelitian berlangsung.

     
2.    Pendekatan Kuantitatif  
Pendekatan kuantitatif adalah suatu strategi pemecahan masalah dalam penelitian dengan menggunakan analisis statistik berdasarkan data kuantitatif yang dikumpulkan melalui angket atau questioner dari subjek penelitian. Seperti pendekatan kualitatif, pendekatan ini juga digunakan untuk mendapatkan informasi deskriptif, asosiatif, hubungan simetris, sebab- akibat, dan komparatif mengenai masalah yang diteliti dari objek penelitian. Sampel penelitian diambil secara random. Pola pikir penelitian bersifat deduktif. Dengan demikian, proses penelitian dilakukan untuk membuktikan atau menguji hipotesis. Metode penelitian termasuk dalam pendektan kuantitatif adalah metode survei, metode diskriptif dan metode eksprimen. 
a.   Metode Suevei
Dalam survei, informasi dikumpulan dari responden dengan menggunakan questioner. Umumnya pengertian survey dibatasi pada penelitian yang datanya dikumpulkan dari sampel atas populasi untuk mewakili populasi. Ini berbeda dengan sensus yang informasinya dikumpulkan dari seluruh populasi. Dengan demikian penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan questioner sebagai alat pengumpul data pokok ( Singarimbun, 1987 : 3 ).
Sejalan dengan pendapat di atas, Karlinger dalam ( Sugiyono, 1991 : 3 ) mengatakan bahwa metode penelitian survei adalah penelitian yang dikenakan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga dapat ditemukan kejadian-kejadian yang relatif, distribusi, hubungan antar variabel, baik variabel psikologis maupun sosilogis.
Pada umumnya, yang merupakan unit analisis dalam penelitian survei adalah individu. Untuk penelitian tertentu, unit analisa mungkin pasangan suami isteri, pasangan yang sudah bercerai, atau rumah tangga secara keseluruhannya, tetapi satu wawancara untuk satu questioner tetap ditujukan kepada satu orang.
Data hasil penelitian disajikan secara menyeluruh berdasarkan data sekunder yang didapat melalui observasi di lapangan. Umumnya data yang berkaitan dengan diskripsi daerah penelitian. Selanjutnya menjurus kepada data objek atau subjek yang diteliti yang didapat melalui alat pengumpul data berupa questioner yang telah diolah dengan teknik analisa data statistik sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian.   
      b. Metode Diskriptif
Menurut Hadari  Nawawi ( 1983 : 63 ) metode penelitian diskriptif diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang dislidiki dengan cara menggambarkan/melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian ( seseorang, lembaga, masyarakat dll ) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya.
Untuk mendiskripsikan fakta-fakta, pada tahap permulaan tertuju pada usaha mengemukakan gejala-gejala secara lengkap di dalam aspek yang diteliti agar jelas keadaan atau kondisinya. Oleh karena itu, pada tahap ini metode diskriptif tidak lebih daripada penelitian yang bersifat fact finding ( penemuan fakta-fakta seadanya ). Untuk mengetahui keadaan atau kondisi aspek yang diteliti secara  keseluruhan perlu dibandingkan dengan ukuran atau standar tertentu yang dijadikan acuan dalam penentuan variabel penelitian.
Pada tahap berikutnya metode ini harus diberi bobot yang lebih tinggi karena sulit untuk dibantah bahwa hasil penelitian yang sekedar mendiskripsikan fakta-fakta tidak banyak artinya khususnya bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Untuk itu metode penelitian ini dikembangkan tidak hanya terbatas melukiskan fenomena atau gejala dari beberapa aspek yang diteliti menurut apa adanya, berdasarkan data hasil penelitian, tetapi diperluas dengan menghubungkan atau mengkorelasikan antara aspek atau variabel dengan aspek atau variabel yang lain atau membandingkan suatu aspek atau variabel yang diteliti dengan dua atau beberapa populasi dalam penelitian.
Dalam metode diskriptif, data penelitian dikumpulkan melalui angket sebagai alat pengukur data yang pokok. Pedoman wawancara dan alat observasi sebagai pengumpul data pembantu. Penelitian terhadap populasi dilakukan dengan menggunakan sampel yang diambil secara random. Data dianalisa dengan menggunakan teknik staistik sesuai dengan rumusan masalah penelitian.
Berdasarkan uraian di atas metode diskriptif dapat pula diartikan sebagai suatu strategi pemecahan masalah dalam penelitian dengan menggunakan angket sebagai alat pengumpul data pokok yang ditujukan kepada responden sebagai sampel penelitian.
Metode diskriptif bila dibandingkan dengan metode survei terdapat perbedaan sebagai berikut :
1.    Metode diskriptif  teknik pengumpul data adalah teknik komunikasi tidak langsung  dan angket sebagai alat pengumpul data pokok. Sedangkan survei teknik komunikasi langsung dan questioner sebagai  alat  pengumpul data pokok.
2.    Peneliti umumnya tidak terlibat langsung dalam proses pengumpul data penelitian, sedangkan metode survei terlibat langsung dalam proses pengumpulan data penelitian, bila tidak menggunakan tenaga peneliti.
3.    Data yang dikumpulkan umumnya data primer sedangkan metode survei disamping data primer, juga data sekunder.
4.    Umumnya hanya menyajikan data hasil penelitian. Sedangkan metode survei tidak hanya menyajikan data hasil penelitian, juga data sekunder yang berkaitan dengan daerah penelitian.
5.    Hanya menganalisa variabel yang diteliti sedangkan survei tidak hanya menganalisa variabel yang diteliti, tetapi juga variabel variabel yang berhubungan dengan variabel penelitian         
Metode diskriptif dapat digolongkan menjadi tiga bentuk sebagai berikut :
a.   Survey Studies
Survey pada dasarnya tidak berbeda dengan research ( penelitian ). Pemakaian kedua istilah ini hanya dinaksudkan untuk memberikan penekanan mengenai ruang lingkup penelitiannya. Risearch memusatkan diri pada salah satu aspek atau beberpa aspek  dari objeknya. Sedangkan survey bersifat menyeluruh yang kemudian akan dilanjutkan secara  mengkhusus pada aspek tertentu bilamana diperlukan studi yang lebih mendalam. Survey pada dasarnya tidak sekedar memaparkan data tentang objeknya, akan tetapi juga menginterpretasikan dan membandingkannya dengan ukuran standard tertentu yang sudah ditetapkan.
b.    Interrelationship Studies
Bentuk metode diskriptif ini  tidak hanya sekedar menggambarkan atau melukiskan keadaan objeknya berdasarkan fakta fakta yang ada, tetapi juga menghubung-hubungkan fakta-fakta yang satu dengan yang lainnya sehingga suatu kondisi atau peristiwa dapat difahami dengan baik. Dengan menghung-hubungkan fakta-fakta tersebut secara objektif, maka cakrawala pemecahan masalah menjadi semakin luas dn kegunaan hasil penelitian semakin bermanfaat.
Ada beberapa cara penelitian dengan bentuk interrelationship studies ini yaitu :
1). Studi Kasus ( Case studies )
Penenelitian ini memusatkan diri secara intensif terhadap suatu objek tertentu dengan mempelajarinya sebagai suatu kasus. Seorang peneliti harus mengumpulkan data setepat-tepatnya dan selengkap-lengkapnya dari kasus tersebut untuk mengetahui sebab-sebab yang sesungguhnya. Data yang terkumpul disusun dan dipelajari menurut urutannya dan dihubungkan satu dengan yang lain secara menyeluruh dan integral agar menghasilkan gambaran umum dari kasus yang diselidiki.  
2). Causal Comparative Studies
Penelitian ini pada tahap pertama dilakukan dengan menyajikan dan menggambarkan fakta-fakta seadanya untuk memperjelaskan bagaimana keadaan suatu gejala atau keadaan dari objek atau subjek yang dielidiki. Diusahakan pula mempelajari sebab-sebab mengapa gejala-gejala atau keadaan itu demikian.Selanjutnya dilakukan usaha membanding-bandingkan gejala guna mencari kesamaan dan perbedaannya.
3).  Corelationn Studies
Penenelitian  dengan cara ini juga pada tahap pertama dilakukan dengan menyajikan dan menggambarkan fakta-fakta atau gejala gejala dari objek atau subjek yang diteliti untuk mengetahui kondisi atau status gejala yang diteliti. Tahap selanjutnya adalah berusaha untuk mengungkapkan hubungan antara gejala yang diselidiki. Seberapa besar intensitas hubungan tersebut diukur dengan menggunakan prosedur matematis dengan menyatakan koofisien korelasinya.
c.    Developmental  Studies.
Studi ini bermaksud untuk menggambarkan tentang keadaan objek yang diselidiki melalui kurun waktu tertentu secara kontinyu dari awal hingga saat sekarang. Untuk itu peneliti dapat menggambarkan perkembangan berbagai variabel dari aspek yang diselidikinya, mungkin sebulan, setahun atau lebih sampai pada bagaimana adanya gejala itu pada masa sekarang.
c.    Metode Ekspriment
Metode ekspriment adalah adalah suatu metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang hubungan sebab akibat antara variabel dalam kondisi yang terkontrol. Hubungan sebab akibat yang ditemukan tidak hanya berdasarkan pemikiran logis berdasarkan variabel yang ditetapkan dalam penelitian, tetapi betul-betul berdasarkan data empirik.
Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dan kalau ada seberapa besarnya, maka dapat diakukan dengan cara membandingkan keadaan sebelum diberikan perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan atau dengan membandingkan kelompok yang diberikan perlakuan dengan kelompok yang tidak diberikan perlakuan. Dalam pendekatan kuantitatif, peneliti dapat memilih salah satu dari tiga metode penelitian diatas yang dianggap lebih tepat dan efisien unutk menjawab suatu permasalahan atau pertanyaan penelitian yang dirumuskan.
Untuk mendiskripsikan suatu keadaan, mencari hubungan antar variabel yang satu dengan variabel yang lain atau membandingkan antara populasi yang satu dengan populasi yang lain terhadap ssuatu variabel dalam populasi yang besar, maka akan lebih tepat bila menggunakan metode survey. Bila jumlah populasi penelitian tidak begitu besar, maka dapat menggunakan metode diskriptif. Sedangkan untuk mencari pengaruh antara variabel yang satu dengan variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol, misalnya mencari pengaruh metode mengajar terhadap hasil belajar siswa, maka akan tepat menggunakan metode eksprimen.
3.    Kombinasi Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif
Dalam upaya memperkaya dan lebih memahami fenomena sosial yang diteliti, terdapat usaha untuk menambah informasi kualitatif pada data kuantitatif dalam suatu penelitian. Dalam penelitian survei, umpamanya data kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan slip yakni sepotong kerta yang khusus disediakan untuk itu, disamping penggunaan questioner. Apabila responden memberi keterangan kualitatif tambahan terhadap pertanyaan tertentu, maka asisten lapangan mencatatnya pada slip. Informasi tambahan lainnya kalau ada yang dianggap bermanfaat ditulis pada slip. Slip diberi identifikasi, baik nomor dan responden maupun acuannya pada nomor pertanyaan dalam questioner. Slip disusun secara sistimatis, untuk digunakan waktu menganalisa data.
Sedangkan dalam penelitian diskriptif, data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan menggunkan panduan wawancara . Sedangkan observasi dengan menggunakan check list atau skala penilaian mengenai variabel yang diteliti. Data dikumpulkan dengan maksud untuk mengecek kebenaran atau unutk mendukung data angket. Dalam laporan penelitian data penelitian baik data kuantitatif maupun data kualitatif disajikan menurut apa adanya dan dinterpretasikan. Data kuantitatif dinterpretasikan secara statistik dan data kualitatif dinterpretasikan secara logis.   
     
C.    Rumusan Masalah dan Hipotesis

Rumusan masalah dan hipotesis mempunyai hubungan yang erat, karena hipotesis yang dirumuskan selalu berdasarkan pada rumusan masalah. Dalam hal ini hipotesis dapat dinyatakan sebagai jawaban yang bersifat teoritis terhadap rumusan masalah yang masih perlu dibuktikan kebenarannya.  
1.  Bentuk Rumusan Masalah penelitian Kuantitatif
Rumusan masalah dalam penelitian kuantitatif  dapat dikelompkan ke dalam tiga bentuk yaitu :
a.    Rumusan masalah diskriptif, yaitu merupakan pertanyaan berkenaan dengan keadaan atau status dari suatu variabel atau lebih tanpa membandingkan dan membat hubungan diantara variabel tersebut. Contohnya adalah sebagai berikut :
1). Seberapa tinggi disiplin guru dalam mengajar ?
2). Seberapa baik motivasi belajar mahasiswa di perguruan Tinggi Swasta ?
3). Bagaimana pelaksanaan layanan Bimbingan Belajar yang diberikan guru pembimbing di sekolah ?
b.  Rumusan masalah komparatif, yaitu masalah yang menanyakan perbandingan antara dua variabel atau lebih dari dua atau lebih populasi. Contohnya adalah sebagai berikut :
1). Adakah perbedaan kemampuan mengajar antara guru berijazah sarjana pendidikan dengan non sarjana pendidikan ?
2). Adakah perbedaan disiplin mengajar antara guru SLTP negeri dengn SLTP Swasta ?
3). Bagaimanakah kemampuan layanan bimbingan belajar guru pembimbing yang berijazah BK dibandingkan dengan yang berijazah non BK ?
c.   Rumusan masalah korelasi, yaitu masalah yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Hubungan ini dapat bersifat simetris, sebab akibat maupun saling mempengaruhi. Sebagai contoh :
1). Simetris ( bukan sebab akibat dan saling mempengaruhi )
a). Adakah hubungan antara prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia dengan matimatika ?
b). Adakah hubungan antara penampilan guru dengan disiplin mengajar?
c). Adakah hubungan antara struktur fisil guru pembimbing dengan kemampuan memberikan layanan bimbingan belajar ?
2). Sebab akibat/kausal/pengaruh
a). Adakah pengaruh motivasi belajar yang diberikan guru dengan hasil belajar siswa ?
b). Seberapa besar pengaruh pengawasan oleh Kepala Sekolah terhadap disiplin mengajar guru ?
3). Saling mempengaruhi/hubungan simultan. 
a). Bagaimana hubungan simultan antara motivasi dengan prestasi belajar siswa ?
b). Seberapa tinggi hubungan simultan antara motivasi dengan aktivitas belajar siswa ?


2.   Bentuk Hipotesis
Kalau rumusan masalah dinyatakan dengan kalimat tanya, maka hipotesis dinyatakan dengan kalimat pernyataan. Hipotesis yang diuji dengan statistik  dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu :
a.    Hipotesis alternatif, yaitu hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat positif.
b.    Hipotesis nol, yaitu hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat negatif. 
Hipotesis pada dasarnya adalah jawaban terhadap rumusan masalah penelitian. Oleh karena itu bentuk rumusan hipotesis mengikuti bentuk rumusan masalah. Karena rumusan masalah terdapat tiga bentuk, maka dalam rumusan hipotesis juga terdapat tiga bentuk, sebagai berikut : 
a.    Hipotesis diskriptif
Hipotesis alternatif  : ” Tingkat disiplin guru mengajar tinggi sekali ”.
Hipotesis nol :            ” Tingkat disiplin guru mengajar sangat rendah ”   
b.    Hipotesis komparatif
Hipotesis alternatif : ” Terdapat perbedaan kemampuan mengajar antara guru berijazah sarjana kependidikan dengan sarjana non kependidikan ”.
Hipotesisi nol :           ” Tidak terdapat perbedaan kemampuan mengajar antara guru berijazah sarjana kependidikan dengan sarjana non kependidikan ”.
c.    Hipotesis korelatif
Hipotesis alternatif :  ” Terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar yang diberikan guru dengan hasil belajar siswa.
Hipotesis nol :              ” Tidak terdapat korelasi positif antara motivasi belajar yang diberikan guru dengan hasil belajar ”.
D.    Variabel Penelitian

1.    Pengertian Variabel Penelitian

Hach dannFarady dalam ( Sugiyono, 1991 ) mendifinisikan  variabel adalah sebagai atribut dari sesorang atau atau obyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan orang lain  atau antara satu objek dengan objek lainnya. Sejalan dengan difinisi tersebut, Sutrisno Hadi dalam ( Suharsimi, 1987 ) mendifinisikan variabel sebagai suatu gejala yang bervariasi seperti jenis kelamin laki-laki  perempuan,berat badan, ada yang berat 40 kg, 50 kg dan sebagainya.
Sekelompok orang yang mempunyai pendidikan sarjana pada bidang studi yang sama, maka tingkat pendidikan sarjana ini, bukan variabel, karena tidak ada variasinya semua sama. Sekelompok orang yang mempunyai tinggi, kemampuan dan sikap yang berbeda, maka ketiga hal ini masing masing disebut variabel tinggi, kemampuan dan sikap.
Bila peneliti ingin mengetahui hubungan antara tinggi dan berat badan dari populasi tertentu, maka sampel yang dipilih haruslah mempunyai variasi tinggi dan berat badan. Variasi ini biasanya membentuk distribusi normal.
2.    Macam Macam variabel
Menurut hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya, maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan      menjadi :
a.    Variabel bebas
Variabel ini adalah variabel yang mengandung gejala atau faktor-faktor yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya variabel yang lain yang disebut variabel terikat. Tanpa variabel ini, variabel terikat tak akan muncul atau tidak ada. Dengan demikian berarti perubahan variabel ini akan berakibat munculnya variabel terikat yang berbeda atau sama sekali tidak muncul atau tidak ada.    
b.    Variabel terikat
Variabel ini adalah variabel yang ada atau munculnya ditentukan atau dipengaruhi oleh variabel bebas. Ada atau munculnya variabel ini karena variabel bebas tertentu,  tidak mungkin lain dari pada seharusnya. Dengan kata lain munculnya tidaknya, atau ada tidaknya variabel ini tergantung atau terikat ada tidaknya atau munculnya variabel bebas.
c.    Variabel  kontrol
Variabel ini adalah variabel yang harus dikendalikan pengaruhnya agar tidak mempengaruhi veriabel bebas dan variabel terikat. Dengan mengendalikan pengaruhnya berarti variabel ini, tidak mempengaruhi ada tidaknya, atau muncul tidaknya variabel terikat. Salah satu usaha untuk mengendalikan pengaruh variabel ini adalah dengan mengatur agar memiliki kesamaan pengaruh terhadap semua unsur sampel sebagai subjel atau objel penelitian. Untuk itu variabel ini di lingkungan sampel harus diusahakan sama agar muncul tidaknya  atau ada tidaknya variabel terikat benar benar karena hanya variabel bebas, bukan variabel lain. Bilamana terdapat variabel lain yang tidak dapat dikontrol atau dikendalikan, maka variabel itu harus ditempatkan sebagai variabel antara. Selanjutnya bilamana masih terdapat juga, variabel yang tidak dapat dikontrol dan tidak dapat dijadikan variabel antara, maka variabel itu harus dinyatakan sebagai variabel ekstrane. Pengakuan tentang adanya variabel ekstrane ini merupakan kejujuran peneliti yang dituntut oleh kode etik ilmiah. Karena variabel ini merupakan faktor yang memungkinkan terjadinya kekeliruan dalam mengambil kesimpulan.
d.    Variabel Antara   
Variabel ini adalah gejala-gejala yang tidak dapat dikontrol akan tetapi dapat diperhitungkan pengaruhnya terhadap variabel bebas, sehingga dapat berpengaruh pula terhadap variabel terikat. Salah satu usaha untuk memperhitungkannya adalah dengan melakukan blok pada sampel. Misalnya dengan memperhitungkan pengaruh perbedaan jenis kelamin, perbedaan tingkat pengehasilan,perbedaan intelegensi, perbedaan tingkat kelas dan lain lain. 
e.    Variabel Ekstrane
Variabel ini terdiri dari gejala-gejala yang tidak dapat dikontrol dan tidak dapat diperhitungkan dan juga tidak dapat diiliminir dari sampel yang diselidiki. Pada dasarnya variabel ini sulit dan tidak dapat diketahui secara pasri terutama bila sampel penelitian terdiri dari manusia yang bersifat heterogen. Dalam hubungan ini terdapat variabel ekstrane yang tidak diketahui. Pengujian hipotesis melalui perhitungan statistik telah memperhitungkan dengan tingkat signifikansi atau tingkat kepercayaan dalam menerima atau menolak hpotesa.  Dengan kata lain penentuan signifikansi itu sebenarnya berarti pula penentuan sampai berapa persen kemungkinan terjadinya kekeliruan dalam penerimaan atau penolakan hipotesa.

E.    Paradigma Penelitian

Paradigma penelitian dapat diartikan sebagai model atau pola pikir yang dapat menunjukan hubungan antara variabel yang akan diteliti, sehingga akan mudah dirumuskan masalah penelitiannya, pemilihan teori yang akan digunakan untuk merumuskan hipotesis, rumusan hipotesis yang diajukan, instrumen penelitian , teknik analisis data yang digunakan, serta kesimpulan yang diharapkan.
Ada beberapa paradigma dalam penelitian diskriptif kuantitatif, antara lain adalah sebagai berikut :
1. Paradigma dengan variabel tunggal, terdiri dari satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Contoh :
      
                


X       =    Motivasi belajar yang diberikan oleh guru
Y       =    Hasil belajar siswa
Rumusan masalah dalam bentuk penelitian korelasi adalah sebagai berikut :
a). Seberapa besar motivasi belajar yang diberikan oleh guru ?
b). Seberapa tinggi hasil belajar yang dicapai siswa ?
c). Adakah hubungan antara motivasi belajar yang diberikan oleh guru dengan hasil belajar
d). Berapa besar konstribusi motivasi belajar yang diberikan guru terhadap hasil belajar siswa
e). Bila motivasi belajar yang diberikan guru ditingkatkan, seberapa besar hasil belajar siswa akan meningkat ?
Kelima pertanyaan tersebut, setelah data variabel X dan Y terkumpul dapat terjawab dengan analisa statistik misalnya :
1)    Pertanyaan a dan b dengan statistik diskriptif melalui perhitungan persentase, rata-rata, simpang baku dan lain-lain.
2)    Pertanyaan  dengan analisa korelasi
3)    Pertanyaan dengan menghitung koefisien diterminasi ( r2 )
4)    Pertanyaan  dengan analisa regresi
Rumusan masalah dalam bentuk penelitian komparasi, umpamanya X adalah kemampuan mengajar guru yang berijazah pendidikan dan Y adalah kemampuan guru yang berijazah sarjana non kependidikan. Rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
a.    Bagaimana kemampuan mengajar guru yang berijazah sarjana pendidikan ?
b.    Bagaimana kemampuan guru yang berijazah sarjana non kependidikan ?
c.    Apakah terdapat perbedaan kemampuan mengajar abtara guru yang berijazah sarjana pendidikan dengan guru yang berijazah sarjana non kependidikan ?
Untuk pertanyaan a dan b dapat dianalisa dengan statistik diskriptif. Sedangkan untuk pertanyaan c dapat dianalisa dengan ” t ” tes.





2.   Paradigma dengan variabel tunggal berurutan :




   Pada paradigma ini rumusan masalah penelitian akan lebih banyak dari nomor 1
Contoh paradigma seperti ini adalah sebagai berikut : umpamanya peneliti ingin mengetahui perbedaan uasah wali kelas dalam meotivasi blajar siswa di suatu Sekolah Menengah Umum. X1 adalah usaha wali kelas I memotivasi belajar siswa, X2 adalah usaha wali kelas II memotivasi belajar siswa dan X3 adalah usaha wali kelas III memotivasi belajar siswa, maka rumusan masalahnya dalah sebagai berikut :
a).  Bagaimana usaha wali kelas I memotivasi siswa belajar ?
b).  Bagaimana uasah wali kelas II memotivasi siswa belajar ¿
c).  Bagaimana usaha wali kelas III memotivasi siswa belajar ?
d). Apakah terdapat perbedaan antara wali kelas I dan Wali kelas II dalam memotivasi siswa belajar ?
e). Apakah terdapat perbedaan antara wali kelas II dan wali kelas III dalam meotivasi siswa belajar ?
f). Apakah terdapat perbedaan antara wali kelas I dan wali kelas III dalam meotivasi siswa belajar ?
3.   Paradigma dengan variabel ganda, terdiri dari dua variabel bebas dan satu variabel terikat atau sebaliknya. Contoh :








X1 =  Motivasi belajar yang diberikan guru
      X2 = Disiplin mengajar guru
 X3 = Prestasi belajar siswa
Rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
a). Bagaimana motivasi belajar yang diberikan oleh guru ?
b). Bagaimana disiplin mengajar guru ?
c). Bagaimana prestasi belajar siswa ?
d). Adakah hubungan antara motivasi belajar yang diberikan guru dengan prestasi belajar siswa ?
e). Adakah hubungan anara motivasi belajar yang diberikan guru dengan disiplin mengajar guru ?
f). Adakah hubungan antara motivasi belajar yang diberikan guru dengan disiplin mengajar guru ?
g). Seberapa besar kontribusi motivasi belajar yang diberikan guru terhadap prestasi belajar siswa ?
h). Seberapa besar konstribusi disiplin mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa ? 
i). Seberapa besar konstribusi motivasi belajar yang diberikan guru dan disiplin mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa ?
j).  Bila motivasi belajar yang diberikan guru ditingkatkan, seberapa tinggi prestasi belajar siswa meningkat ?
k). Bila disiplin mengajar guru ditingkatkan, seberapa tinggi prestasi belajar siswa meningkat ?
l). Bila motivasi belajar yang diberikan guru dan disiplin mengajar guru ditingkatkan, seberapa tinggi prestasi belajar siswa meningkat ?
Keduabelas pertanyaan penelitian itu, setelah data tiap variabel diperoleh, maka teknik statistik yang dapat membantu memberikan jawaban :
1). Pertanyaan a,b dan c dengan statistik diskriptif
2). Pertanyaan d, e dan f dengan analisa korelasi sederhana
3). Pertanyaan g, h dan i dengan menghitung koefisien diterminasi ( r2) 
4). Pertanyaan j dan  k  dengan regresi sederhana
5) Pertanyaan l dengan regresi ganda.
4.   Paradigma jalur, merupakan paradigma yang terdapat variabel antara, contoh :














X1 = Status sosial ekonomi
X2 = Intelegensi ( IQ )
X3 = Motivasi berprestasi
Y = Prestasi Belajar
Pertanyaan penelitian dalam paradigma jalur, tersebut tentu akan lebih    banyak lagi. Tetapi bilamana peneliti sudah mengerti dan dapat menggunakan teknik statistik, maka untuk analisis jalur ini tidak akan mengalami kesulitan.
Paradigma ( model hubungan antara variabel ) dalam metode penelitian cukup banyak, keempat contoh yang diberikan masih dapat dikembangkan.

Rangkuman
Penelitian adalah merupakan pendekatan yang sistimatis unutk mendapatkan jawaban dari suatu pertanyaan. Pengertian tersebut menunjukan bahwa ada tiga hal penting yang perla difahami yaitu pendekatan yang sistimatis, pertanyaan penelitian dan jawaban atas pertanyaan tersebut. Pendekatan sistimatis adalah prosedur yang harus ditempuh dalam usa unutk mencari jawaban terhadap pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian adalah sesuatu yang menimbulkan tanda tanya karena adanya ketidak serasian atau kesesuaian antara seharusnya dengan kenyataan yang dilihat di lapangan. Sedangkan jawaban terhadap pertanyaan penelitian adalah kesimpulan hasil penelitian yang ditemukan estela melalui pengumpulan data, pengolhan dan interpretasi data.
Ada tiga pendekatan yang dapat dilakukan dalam penelitian yaitu :  pendekatan kualitatif, kuantitatif dan gabungan kedua pendekatan tersebut. Pendekatan kualitatif adalah strategi pemecahan masalah dalam penelitian dengan menggunakan analisa secara logis melalui pemikiran secara induktif tanpa menggunakan perhitungan statistik. Pendekatan kuantitaif adalah strategi pemeahan masalah dalam penelitian dengan menggunkan analisa secara statistik. Sedankan unutk mengatasi kelemahan penggunaan kedua pendekatan tersebut dalam pemecaham masalah penelitian, pendekatan yang digunakan adalah gabungan kedua pendekatan tersebut.
Ada tiga metode penelitian dalam pendekatan kuantitatif yaitu : 1) metode survei 2) metode diskriptif dan 3) metode exprimen. Metode survei adalah suatu strategi pemecahan masalah penelitian yang menggunakan questioner sebagai alat pengumpul data pokok. Metode diskriptif adalah suatu strategi pemecahan masalah penelitian dengan menggunakan angket sebagai alat pengumpul data utamanya. Sedangkan metode eksprimen adalah suatu strategi pemecahan masalah penelitian dengan melakukan percobaan unutk mendapatkan informasi hubungan sebab akibat antara variabel dalam kondisi yang terkontrol.
Ada tiga bentuk rumusan masalah dalam penelitian yaitu : 1) Rumusan masalah diskriptif 2) Rumuasan masalah korelasi dan 3) Rumusan masalah komparasi. Rumusan masalah diskriptif adalah pertanyaan yang berkenaan dengan keadaan atau status dari satu variabel peneltian atau lebih tanpa mencari hubungan atau membandingkan. Rumusan masalah korelasi adalah pertanyaan yang menanyakan tentang hubungan antara dua variabel. Sedankan rumusan masalah komparasi adalah pertanyaan penelitian yang menanyakan tentang perbedaan antara dua sampel yang diteliti terhadap suatu variabel.
Sehubungan dengan rumusan masalah penelitian, maka ada ada tiga bentuk rumusan masalah hipotesisi penelitian yaiyu : 1) Hipotesisi diskriptif 2) Hipotesis korelasi dan 3 ) Hipotesis komparasi. Hipotesisi diskriptif adalah pernyataan yang berkenaan dengan status atau keadaan variabel yang diteliti. Hipotesis korelasi adalah pernyataan tentang hubungan antara dua variabel yang diteliti dan hipotesis komparatif adalah pernyataan tentang perbedaan dua sampel yang diteliti dengan suatu variabel.
Vraibel penelitian adalah suatu gejala yang bervariasi yang menjadi objek penelitian. Ada lima macam variabel penelitian yaitu variabel bebas, variabel terikat, variabel antara, variabel kontrol dan variabel ekstrane. Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan munculnya variabel terikat. Variabel terikat adalah variabel yang muncul disebabkan karena adanya variabel bebas. Variabel antara adalah variabel yang diperhitungkan pengaruhnya terhadap variabel bebas dan terikat. Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan pengaruhnya agar tidak mempengaruhi variabel bebas dan variabel terikat. Variabel ekstrane adalah variabel yang tidak dapat dikontrol, tidak dapat diperhitungkan dan tidak dapat dihilangkan pengaruhnya terhadap variabel bebas dan variabel terikat.
Ada empat model paradigma penelitian yaitu : 1) Paradigma dengan variabel tunggal 2) Paradigma dengan variabel tunggal berurutan 3) paradigma dengan variabel ganda dan 4) paradigma jalur. Paradigma dengan dengan tunggal adalah terdiri dari satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Paradigma dengan variabel tunggal berurutan terdiri dari lebih dua variabel yang setara dan saling berhubungan secara berurutan. Paradigma dengan variabel ganda terdiri dari satu variabel bebas dan dua atau lebih variabel terikat atau sebaliknya terdiri dari dua atau lebih variabel bebas dan satu variabel terikat. Sedangkan paradigma jalur terdiri dari dua variabel bebas dan satu variabel antara dan variabel terikat.

E v a l u a s i
1. Jelaskan pengertian penelitian ?
2. Sebutkan dan jelaskan tiga pendekatan dalam penelitian ?
3. Sebutkan dan jelaskan tiga metode penelitian dalam penelitian kualitatif ?
4. Sebutkan dan jelaskan serta beri contoh tiga rumusan masalah penelitian ?
5. Sebutkan dan jelaskan serta beri contoh tiga bentuk hipotesis penelitian ?
6. Jelaskan apa itu variabel penelitian ?
7. Sebutkan dan jelaskan lima variabel penelitian ?
8. Sebutkan dan jelaskan serta beri contoh empat model paradigma penelitian ?
9. Jelaskan apa itu validitas internal dan eksternal suatu instrumen penelitian ?
10. Jelaskan apa itu releabelitas internal dan sksternal instrumen penelitian ?
11. Latihan menguji validitas internal dan eksternal instrumen penelitian ?
12. Latihan menguji releabelitas internal dan eksternal instrumen penelitian ?

DAFTAR  KEPUSTAKAAN
Hadari Nawawi. ( 1985 ). Metode Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta : Universitas Gajah mada Press

Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. ( 1989 ). Metode Penelitian Survey. Jakarta : LP3ES

Sugiyono. ( 2004 ). Metode Penelitian Administrasi. Bandung : CV Alfabeta

Suharsimi Arikunto. ( 1987 ). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Bina Aksara

Lexy J Maleong. ( 2002 ). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Zuldafrial. ( 2005 ). Penelitian Kualitatif. Pontianak : STTIP-PGRI  Pontianak    






yg pengen materi selanjutnya hub kem himageo hee

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar